Kemenko PMK Dukung Jingchu Workshop, Sejalan Perpres Revitalisasi Vokasi

Redaksi Eksekutif
11 Feb 2026 18:47
INDONESIA 0 197
3 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Peluncuran Proyek Hijau “Jingchu Workshop” digelar di Jakarta, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah konkret memperkuat kerja sama Indonesia–Tiongkok di bidang pendidikan vokasi dan industri energi hijau.

banner 970x250

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Hope International yang berperan sebagai fasilitator kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.

Acara dibuka dengan pertunjukan seni budaya khas Indonesia yang menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Direktur Politeknik Negeri Batam (Polibatam) Bambang Hendrawan menegaskan komitmen institusinya dalam memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Polibatam berkomitmen memastikan pendidikan vokasi benar-benar terhubung dengan kebutuhan riil industri. Mahasiswa dan lulusan harus memiliki jalur yang jelas untuk terserap langsung, bahkan berpeluang menduduki posisi teknis maupun strategis di dunia industri,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Sambutan juga disampaikan oleh General Manager CCEPC Urban Environment Indonesia Gao Hai serta Wakil Sekretaris Partai Changjiang Institute of Technology Chen Xin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kerja Sama dan Pertukaran Internasional Dinas Pendidikan Provinsi Hubei, Liang Wei, menyampaikan pesan dan harapannya secara daring.

Dukungan pemerintah Indonesia disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Ojat Darojat secara daring.

Kehadiran pemerintah pusat turut diwakili secara langsung oleh Asisten Deputi Kemenko PMK Katiman.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PMK menegaskan bahwa pelaksanaan Proyek Hijau “Jingchu Workshop” sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

“Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan revitalisasi vokasi. Sinergi antara pendidikan dan industri, termasuk dengan mitra internasional, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia,” ujar Katiman.

Hingga saat ini, proyek tersebut telah menyelenggarakan pelatihan “Bahasa Mandarin dan Keterampilan Vokasional” selama tiga minggu bagi 172 peserta.

Peserta terdiri atas karyawan lokal CCEPC Indonesia serta mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk posisi operator boiler dan operator turbin uap. Program ini disebut mendapat apresiasi tinggi dari institusi pendidikan maupun pihak industri.

Ke depan, program “Jingchu Workshop” akan berlanjut melalui penyusunan dan penerapan standarisasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan standar internasional.

Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa pendidikan vokasi untuk mengikuti pembelajaran dan praktik langsung di Tiongkok.

Melalui skema tersebut, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, daya saing, serta peluang pengembangan karier, termasuk kesempatan memperoleh tingkat kesejahteraan dan penghasilan yang lebih baik.

Peluncuran Proyek Hijau “Jingchu Workshop” ini menjadi wujud pendalaman kerja sama Indonesia–Tiongkok di bidang pendidikan dan industri.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi model referensi kerja sama pendidikan vokasi internasional dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus mempercepat transisi menuju industri energi hijau yang berkelanjutan. (Hans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250