Kesatria Muda Respublika: Kenaikan Harga Pertamax Dipengaruhi Dinamika Global, Masyarakat Diminta Cermat Sikapi Informasi

Admin Pusat
11 Jun 2026 18:20
NASIONAL NEWS 0 295
3 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM– Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax dinilai tidak dapat dilepaskan dari perkembangan situasi ekonomi dan geopolitik global yang saat ini memengaruhi sektor energi di berbagai negara.

banner 970x250

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika, Iwan Bento Wijaya, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Iwan, kenaikan harga minyak mentah dunia, gangguan rantai pasok energi, serta ketidakpastian politik internasional menjadi faktor yang turut memengaruhi mekanisme penentuan harga bahan bakar non-subsidi, termasuk Pertamax.

Ia menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan pasar energi global.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perubahan harga tidak semata-mata dipengaruhi faktor domestik, melainkan juga kondisi eksternal yang berdampak langsung terhadap sektor energi nasional.

“Dalam situasi global yang penuh tantangan seperti saat ini, hampir seluruh negara menghadapi tekanan yang sama dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat perlu melihat persoalan ini secara objektif dan menyeluruh,” ujar Iwan.

Kesatria Muda Respublika juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk tetap mengedepankan sikap kritis yang berbasis data serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu memiliki dasar yang kuat.

Menurut Iwan, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang publik dengan menghadirkan diskursus yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat.

“Bangsa Indonesia membutuhkan stabilitas sosial, politik, dan ekonomi agar mampu menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga suasana yang kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti maraknya berbagai opini yang berkembang setelah penyesuaian harga Pertamax.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan literasi informasi agar mampu membedakan antara kritik yang dibangun berdasarkan fakta dengan narasi yang berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak utuh terhadap suatu kebijakan.

Iwan menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati.

Namun, ia menilai kritik sebaiknya disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis data, serta bertujuan memberikan solusi bagi kepentingan publik.

“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara. Namun, ruang demokrasi juga harus diiringi tanggung jawab moral agar tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kegaduhan atau memperkeruh suasana kebangsaan,” ujarnya.

Kesatria Muda Respublika menilai stabilitas nasional merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, organisasi tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan, meningkatkan literasi publik terhadap isu-isu strategis, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik jangka pendek.

Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai tantangan global yang sedang berlangsung, masyarakat diharapkan dapat menyikapi berbagai kebijakan secara lebih rasional dan proporsional, sekaligus menjaga kondusivitas nasional di tengah dinamika yang terus berkembang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250