Foto: Mahfud MD Menko Polhukam. (ist)Redaksi Jakarta – Mahfud MD Menko Polhukam yang juga menjabat sebagai ketua komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mengendus transaksi mencurigakan miliaran rupiah untuk pembiayaan praktik Terorisme di Indonesia. Kabarnya modus tersebut dilakukan melalui pesanan membeli produk sajadah.

Ketua Komite TPPU ini membeberkan bahwa transaksi mencurigakan tersebut mulai terendus oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Itu di PPATK banyak sekali kasus. Saya kebetulan ketua tim TPPU, berapa banyak yang mencurigakan untuk terorisme. Ngirimuang ke suatu daerah. Apa? Ini memesan produk sajadah di sebuah tempat. Uangnya miliaran,” kata Mahfud dalam acara pengarahan Gerakan Literasi Digital di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (13/6).
Mahfud tak merinci dugaan aliran dana miliaran untuk kegiatan terorisme itu mengalir kelompok mana. Namun, ia mengatakan dana itu salah satunya mengalir untuk perakitan bom.
@redaksi.jakarta
“Tapi enggak ada feedback-nya dari perusahaan yang dikirimnya itu. Lalu dilacak untuk rakit bom dan sebagainya,” tambahnya.
Selain itu, ia juga meminta mewaspadai propaganda melalui media sosial berupa kabar bohong (hoaks). Ia mengatakan di era digital saat ini, fitnah dan hoaks makin merajalela.
Tidak ada komentar