Fauzi Bowo Tegaskan Warisan Ali Sadikin Harus Menjadi Arah Pembangunan Jakarta Berbasis Kebudayaan

Admin Pusat
17 Jul 2026 10:53
2 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM– Seratus tahun kelahiran Ali Sadikin menjadi momentum untuk meneguhkan kembali arah pembangunan Jakarta yang bertumpu pada kebudayaan.

banner 970x250

Pesan tersebut disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) dalam Memorial Lecture Satu Abad Ali Sadikin, yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan warisan pemikiran Bang Ali sebagai pijakan menghadapi tantangan Jakarta di masa depan.

Fauzi Bowo menilai Ali Sadikin merupakan pemimpin yang berhasil meletakkan fondasi pembangunan Jakarta secara utuh.

Di bawah kepemimpinannya, pembangunan fisik berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya melalui penyediaan ruang-ruang kreatif bagi para seniman dan budayawan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut Foke, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa kota metropolitan tidak cukup dibangun melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata.

Kebudayaan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan karena berperan membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas Jakarta.

Ia mengingatkan, salah satu warisan terbesar Ali Sadikin adalah keberanian membangun ekosistem kesenian melalui pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM), Dewan Kesenian Jakarta, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta, Akademi Jakarta, hingga Lembaga Kebudayaan Betawi. Berbagai lembaga itu dibangun sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan peradaban kota.

Foke juga menegaskan bahwa Ali Sadikin selalu menempatkan pemerintah sebagai fasilitator, bukan pengendali kehidupan seni. Pemerintah berkewajiban menyediakan ruang, dukungan, dan kesempatan bagi para pelaku seni untuk berkembang tanpa mengintervensi kebebasan berekspresi.

Menurutnya, prinsip tersebut tetap relevan di tengah era digital yang mengubah cara masyarakat berkarya dan menikmati seni.

Karena itu, keberpihakan terhadap pelaku seni dan budaya perlu terus diperkuat agar Jakarta tetap memiliki identitas sebagai kota yang maju sekaligus berbudaya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan, menyambut baik ajakan Fauzi Bowo untuk menghidupkan kembali semangat kebudayaan yang diwariskan Ali Sadikin.

“Talenta muda Betawi perlu mengingat dan mencontoh Bang Ali Sadikin atas kontribusi nyata bagi Jakarta dan Betawi. Bang Haji Fauzi Bowo berhasil menggelorakan semangat kebetawian generasi hari ini. Semangat itu tidak boleh padam,” ujar Masykur.

Ia menilai, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam menjaga identitas Betawi sebagai bagian dari wajah Jakarta.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, dan masyarakat.

Peringatan satu abad Ali Sadikin, lanjut Masykur, diharapkan menjadi titik tolak lahirnya berbagai gagasan baru untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Jakarta, sehingga pembangunan ibu kota tetap berakar pada nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan para pendirinya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250