
Jakarta – Langkah progresif Polda Aceh yang membentuk 94 Kampung Bebas Narkoba (KBN) di seluruh kabupaten dan kota di Aceh mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis pemuda nasional, Benny Ario, yang menilai program tersebut sebagai bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat akar rumput.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah dan seluruh jajarannya. Membentuk 94 Kampung Bebas Narkoba adalah langkah strategis yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata dari kolaborasi antara polisi dan warga,” ujar Benny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Menurut Benny, langkah Polda Aceh menunjukkan pendekatan yang komprehensif — tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemberdayaan sosial. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar program tidak berhenti di tahap deklarasi.
“Narkoba bukan cuma persoalan hukum, tapi juga masalah moral dan sosial. Karena itu, pendekatan berbasis nilai dan komunitas perlu dikedepankan agar masyarakat merasa memiliki tanggung jawab bersama,” tegasnya.
@redaksi.jakarta
Berdasarkan data Polda Aceh, sepanjang Januari hingga Agustus 2025 aparat telah menangani 886 kasus narkoba dengan 1.276 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 1,4 ton ganja, 174 kilogram sabu, lebih dari 1.100 butir ekstasi, dan 28 kilogram kokain. Angka ini menunjukkan Aceh masih menjadi wilayah rawan peredaran narkotika lintas provinsi bahkan lintas negara.
Melihat kondisi itu, Benny menilai pembentukan KBN merupakan langkah antisipatif dan preventif yang patut dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia. “Kampung Bebas Narkoba bukan sekadar proyek, tapi gerakan moral yang mengajak masyarakat untuk saling menjaga,” ujarnya.
Benny juga mendorong agar program tersebut disinergikan dengan lembaga rehabilitasi dan dinas sosial, sehingga korban penyalahgunaan narkoba dapat memperoleh penanganan yang tepat.
“Pendekatan humanis harus tetap dikedepankan. Mereka yang sudah terjerumus perlu dibimbing dan disembuhkan, bukan sekadar ditindak. Jika dijalankan konsisten, Aceh bisa menjadi contoh nasional dalam pemberantasan narkoba berbasis masyarakat,” tambahnya.
Aktivis yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial itu juga mengajak pemuda Aceh untuk ikut terlibat dalam gerakan ini.
“Pemuda Aceh harus bangga karena punya peran langsung menjaga daerahnya dari ancaman narkoba. Kalau semangat ini menular ke seluruh Indonesia, saya yakin bangsa ini bisa keluar dari krisis narkotika yang mengancam masa depan generasi muda,” tutup Benny Ario.
Tidak ada komentar