oleh : Jan Suharwantono S.P

Di penghujung akhir tahun 2019 sampe maret 2020 Dunia global di kejutkan dan di buat kawatir dengan mewabahnya virus baru yang mematikan yaitu covid-19 yang di duga berasal dari wuhan di cina, virus ini menyebar dengan cepatnya di menginfeksi warga di berbagai negara, saat awal ramai isu wabah virus corona, masyarakat Indonesia merespon fenomena global ini dengan berbagai reaksi, ada yang merespon dengan tenang, serius, dan candaan, Hingga pada 2 Maret 2020, pertama kalinya pemerintah indonesia menyatakan bahwa ada dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona dan sampai hari ini terus bertambah sampe seratus lebih walaupun sudah ada beberapa yang di nyatakan sembuh,
Keterangan/informasi dari pemerintah tentunya langsung mempengaruhi situasi dan kondisi psikologis dan sosiologis masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah korban yang positif terjangkit virus corona, masyarakat di landa kecemasan dan ketakutan, dan pada akhirnya sebagai langkah pencegahan penyebaran pemerintah saat ini mengambil berbagai kebijakan salah satunya mengurangi kegiatan di luar rumah, meliburkan aktivitas sekolah/sistem bekerja atau belajar di rumah.
Himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa berdoa dan beribadah agar dijauhkan dari segala bencana, malapetaka dan marabahaya, sudah menjadi porsi dan tugas para tokoh agama, tugas dan kewajiban pemerintah hari ini harus menggunakan kewenangannya untuk menggerakan mesin birokrasi serta menyusun langkah-langkah strategis lainnya, baik dari pusat hingga di berbagai pelosok untuk melakukan sosialisasi/memberikan informasi yang benar dan transparan secara masif kepada masyarakat, meningkatkan imunitas warga lewat program-program nyata, tentunya langkah pencegahan dan penanganan yang tepat sehingga masyarakat menjadi tenang dan percaya terhadap pemerintah.
@redaksi.jakarta
Pemerintah harus menyediakan informasi yang berbasis fakta, data, dan bukti yang sudah teruji validitasnya serta didukung oleh argumentasi induktif dan deduktif yang benar, dimana pemerintah menyediakan nya dalam sistem manajemen informasi digital karena ini dapat menjadi sumber utama masyarakat mengetahui berita seputar virus corona, sehingga masyarakat tidak menjadi korban hoax pada berbagai oknum media online tertentu.
Rasa cemas dan ketakutan pada masyarakat indonesia atas wabah virus corona adalah manusiawi. Namun hal ini jika tidak diatasi, secara sosiologis akan menimbulkan disorganisasi dan disfungsi sosial di masyarakat, disorganisasi pada masyarakat akan mengarah pada situasi sosial yang tidak menentu sehingga dapat berdampak pada tatanan sosial di masyaraka seperti prasangka dan diskriminasi terhadap korban dan sesama, hal ini bisa kita lihat dari reaksi masyarakat saat ini seperti membatasi kontak sosialnya, prasangka masyarakat ini tentu memiliki alasan logis. Sebab dalam perspektif epidemiologi, terjadinya suatu penyakit tertentu disebabkan karena adanya keterhubungan antara (manusia/mahluk hidup – organisme/virus – dan lingkungan lingkungan)
Disfungsi sosial membuat seseorang atau kelompok masyarakat tertentu tidak mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan baik sesuai dengan status sosialnya, karena dalam persepektif sosiologis kesehatan jika kondisi mental,fisik,spritual mengalami gangguan maka tdk bisa bekerja dengan baik/bisa dikatakan sakit, contoh tenaga medis mulai takut dan cemas saat memberikan pelayanan perawatan atau pengobatan pasien virus corona, sehingga para tenaga kesehatan tidak maksimal menjalankan fungsi sosialnya, diorganisasi dan disfungsi sosial akan memicu efek bola salju (snowball effect) pada sektor kehidupan lainnya, contohnya adalah bidang ekonomi seperti kenaikan harga dan penurunan produktivitas kegiatan ekonomi, Mulai dari kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.
Pemerintah perlu upaya yang terintegrasi dalam pendekatan penanganan wabah virus corona di Indonesia, yaitu penanganan lintas sektoral karena virus corona kini menjadi realitas sosial yang harus dihadapi masyarakat dunia, khususnya Indonesia, karena menciptakan kematian, penyakit, ketidaknyamanan, ketidakpuasan dan kemelaratan, Oleh karena itulah untuk menanggulangi wabah virus corona dilakukan secara terpadu yaitu dengan intervensi dibidang kesehatan dan intervensi sosial.
Intervensi kesehatan dilakukan oleh para peneliti kesehatan diberbagai negara, yaitu melakukan etiologi/penelitian untuk mengetahui sebab dan muasal secara pasti virus corona, tentunya tindakan pengobatan dan perawatan pada pasien yang diduga dan terjangkit virus corona dilakukan secara serius, Intervensi sosial yang dapat dilakukan oleh negara, antara lain: memberikan pelayanan sosial, psikososial,fisik, ketrampilan hidup sehat, spiritual, pendampingan, edukasi,advokasi, dan informasi yang tentunya di lakukan oleh yang ahli di bidangnya
Covid-19 telah ada di depan mata kita dan menginfeksi warga kita tentunya bagaimana cara kita dalam menyikapi penyakit tersebut akan menentukan kemampuan kita mencegah penyebarannya atau kecepatannya penanganannya, mematuhi saran dari ahli kesehatan untuk pola hidup sehat yang mengurangi risiko kita terpapar covid-19, semua komponen masyarakat juga harus mengawal pengambil kebijakan oleh pemerintah dalam membuat langkah-langkah pencegahan dan penanganannya
Bagi masyakarat indonesia sendiri fenomena pandemi virus corona ini menguji Sisi kemanusiaan kita, apakah kita akan menjadi peduli pada sesama atau memanfaatkan untuk keuntungan pribadi, karena ketika menghadapi masalah seperti ini, kita masih melihat ada oknum yang mempolitisasi masalah ini seperti pernyataan yang membuat resah/hoaks maupun langkah kebijakan pemerintah yang kurang tepat, kemudian sebagian orang memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan di kala banyak orang sedang mengalami masalah serius yang disebabkan oleh virus ini,seperti permainan harga,penimbunan bahan2 pokok yang menyebabkan kelangkaan.
Tentu jika kita bisa melihat dengan pikiran bersih, sesungguhnya dimana letak sisi kemanusiaan kita yang memanfaatkan penderitaan untuk mendapatkan keuntungan yang tidak wajar, Kita terlahir dan hidup didalam suatu bangsa yang besar yang di kenal dengan masyarakat yang menjunjung nilai2 kebenaran dengan memilih agama kita masing-masing yang membawa pesan2 kemanusiaan dan mengajarkan kita tentang kebaikan, tetapi apa yang dilakukan memperlihatkan hal yang terbalik dari nilai2 agama itu sendiri, ini seharusnya menjadi koreksi bagi diri kita sendiri untuk memperbaiki diri dengan mempraktekan nilai2 kebenaran yang ada dalam agama masing2.
Dalam melihat fenomena merebaknya virus corona di tanah air kita kita juga bisa melihat umumnya di dalam masyarakat ada dua pendekatan dalam menyikapi fenomena yaitu Saintifik dan Transendental, kedua gugus pengetahuan ini memiliki kerangka analisis yang berbeda dalam memahami sebuah perkara, pendekatan saintifik umumnya berpijak pada kaidah-kaidah ilmiah yang di dalamnya mencakup beberapa elemen penting seperti konsep, variabel, hipotesis, pengukuran dan teori, dimaksudkan untuk mendefinisikan sebuah fenomena atau menyelesaikan sebuah masalah,
sedangkan pendekatan transendental lebih condong pada nilai-nilai transendental (nilai-nilai ketuhanan) atau spiritual dalam menjamah sebuah fenomena, dalam hal ini masyarakat indonesia menggunakan keduanya untuk menghadapi fenomena virus corona, contoh dengan mengikuti saran para ahli kesehatan untuk menjaga pola hidup sehat,dan saran pemuka agama untuk memperkuat iman atau menjalankan perintah agama.
Di dalam Buddhisme untuk menganalisis semua fenomena yang terjadi juga di kenal konsep atau ajaran yang melampaui saintifik dan transendental, yang mengatur semua yang terjadi yaitu hukum PANCANIYAMMA, Dalam Buddhisme juga dikenal hukum sebab-akibat yang saling bergantungan, dimana ada sebab pasti ada akibat, begitu sebaliknya dimana ada akibat pasti ada sebab, Kesehatan tergantung pada gaya hidup kita, yaitu cara kita berpikir, cara kita berucap, dan cara kita hidup.
Penyakit adalah akibat atau konsekuensi dari sebab yaitu gaya hidup yang tidak sehat salah satunya ditandai oleh keserakahan dan pemanjaan indria. Ini adalah komponen dari perspektif Buddhis pada kesehatan yang melibatkan praktek nilai-nilai moral dan keagamaan seperti cinta kasih,pengendalian diri, dan toleransi, Ini menjadi alasan yang mendasari mengapa ajaran Buddha menyarankan mereka yang ingin menjadi sehat untuk berlatih moralitas (sila), disiplin mental (samadhi), dan kebijaksanaan (panna).
Semoga dengan segala daya upaya yang di lakukan oleh pemerintah serta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat indonesia segala permasalahan bangsa ini cepat berlalu terutama wabah virus covid-19, indonesia kuat indonesia pasti bisa .
Tidak ada komentar