Jakarta, – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Sriwijaya Jabodetabek (KEMAS Jabodetabek) Membuat Pernyataan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut tuntas Suap Uang ketok palu APBD Provinsi Jambi 2017-2018 karena ada dugaan keterlibatan seorang Kontraktor atau Direktur utama Merangin Karya Sejati Ismail Ibrahim alias Mael, Ismail Ibrahim dalam dugaan suap RAPBD 2017-2018. Ismail Ibrahim di Persidangan mengakui menyetor uang kepada Dodi Irawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi saat itu saya beri 500 juta dari yg di pinta 1 Milyar menurut Ujar Ismail Ibrahim alias Mael di Persidangan.

Kami dari Kesatuan mahasiswa Sriwijaya (KEMAS) mendesak KPK untuk segera Memeriksa Kembali Ismail Ibrahim karena beliau sudah mengakui memberikan uang 500 juta kepada kepala dinas PUPR Provinsi Jambi yang saat itu dijabat oleh Dodi Irawan, Sebagian besar dari mengakui pernah memberikan uang dalam jumlah besar kepada Dody Irawan, saat Dody menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, dan rata-rata dari mereka yang sudah memberikan uang tersebut berhasil memenangkan sejumlah proyek dengan nilai puluhan miliar dari Dinas PUPR.
Dalam hal ini kami membuat bentuk pernyataan sikap mendukung penyidik lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas dugaan Suap ketok Palu RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018 tersebut.
Sekretaris Umum Kesatuan Mahasiswa Sriwijaya Yurwanra Sugita mengatakan Pernyataan Sikap kami ini mendukung KPK, Karena kami tidak mau Melihat seseorang yang diduga ada keterlibatan Suap RAPBD 2017-2018 Tapi masih berkeliaran dan terus bermain Proyek.
@redaksi.jakarta
Apabila KPK tidak mengindahkan bentuk pernyataan sikap ini maka kami akan melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan gedung KPK dan membawa data-data yang kami miliki dan ketahui ujar Yurwanra yang diwawancarai awak media Sekretariat KEMAS Ciputat Tangerang Selatan (2/3 2021).
Tidak ada komentar