Kepala BGN Berganti, Mitra Harap MBG Punya Payung Hukum Lewat Undang-Undang

Admin Pusat
3 Jun 2026 22:39
INDONESIA 0 238
3 menit membaca

Bogor – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian dari para mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

banner 970x250

Ketua Yayasan Humairah Sejahtera yang juga mitra MBG, Alwiyah Maulidiyah atau yang dikenal sebagai Dial Hasan, berharap kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus mendorong Program Makan Bergizi Gratis memiliki landasan hukum yang lebih kuat melalui undang-undang.

“Program MBG ini merupakan program yang sangat baik dan telah lama menjadi cita-cita Presiden Prabowo. Karena itu, seluruh pihak perlu mengawal pelaksanaannya agar tetap berjalan sesuai tujuan awal,” kata Dial Hasan kepada Radar Bogor, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan program selama ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepemimpinan baru untuk memperbaiki sistem dan tata kelola ke depan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Ia menilai BGN akan semakin kuat apabila dibangun dengan profesionalisme, keteduhan, dan semangat kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan.

“BGN akan semakin kuat apabila dibangun dengan keteduhan, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan. Kepemimpinan yang menenangkan akan melahirkan kerja yang berkualitas dan kebersamaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dial Hasan juga menekankan pentingnya mendorong Program Makan Bergizi Gratis menjadi undang-undang. Menurutnya, status hukum yang lebih kuat akan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat sekaligus menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.

“Kalau program ini menjadi undang-undang, maka perlindungan bagi para pekerja, mitra, dan masyarakat penerima manfaat akan semakin kuat. Itu yang kami harapkan dari pemerintah dan kepemimpinan BGN yang baru,” tuturnya.

Sementara itu, konsultan sekaligus perwakilan Yayasan Surya Telaga Cendekia, Azka Muhammad Pinandito, menilai program MBG telah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan di sejumlah wilayah, termasuk di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Menurut Azka, keberadaan dapur MBG turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun melalui rantai pasok kebutuhan pangan.

“Angka pengangguran berkurang cukup signifikan setelah adanya dapur MBG. Banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan kini bisa bekerja di dapur maupun dalam rantai pasok kebutuhan pangan,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut juga memberikan dampak positif bagi petani lokal karena kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuat hasil produksi masyarakat lebih mudah terserap pasar.

“Untuk kebutuhan beras saja, satu dapur bisa menyerap sekitar satu ton dalam seminggu. Karena kami memiliki empat dapur, berarti sekitar empat ton beras setiap minggu yang dibeli dari pemasok lokal,” jelasnya.

Azka berharap kepemimpinan baru di BGN dapat berfokus pada perbaikan tata kelola dan penguatan sistem pelaksanaan program sehingga manfaat MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapannya, program ini terus berlanjut dengan tata kelola yang semakin baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di berbagai daerah,” pungkasnya. (Hans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250