KNKGI Apresiasi Langkah KKP Tingkatkan Produksi Garam di Indramayu

Redaksi Jakarta
28 Des 2024 18:37
2 menit membaca

Jakarta, 28 Desember 2024 – Komite Nasional Kedaulatan Garam Indonesia (KNKGI) memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan merevitalisasi 3.000 hektar tambak garam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

banner 970x250

 

Program yang diumumkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor garam nasional dan meningkatkan kesejahteraan petambak garam.

 

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Ketua KNKGI, Arief Hidayat, menyatakan bahwa kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong kedaulatan garam nasional. “Kami pernah ke krangkeng dan melihat langsung bagaimana produksi garam disana sangat tradisional dan bergantung musim karenanya Kami sangat mengapresiasi langkah KKP yang tidak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di sektor garam. Ini adalah langkah besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat industri garam lokal,” ujar Arief dalam keterangan persnya, 28 Desember 2024.

 

Sekretaris Jenderal KNKGI, Denni Wahyudi, menambahkan bahwa revitalisasi tambak garam di Indramayu sejalan dengan visi KNKGI dalam mendukung produktivitas petambak garam di Indonesia. “Kami mendukung penuh kebijakan KKP ini karena program revitalisasi akan membuka peluang besar bagi petambak untuk meningkatkan produksi dengan teknologi modern.

 

“Hal ini juga akan memastikan kualitas garam lokal sesuai dengan kebutuhan pasar domestik dan internasional,” jelas Denni.

 

Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, sebelumnya menyampaikan bahwa program revitalisasi ini tidak hanya akan meningkatkan hasil produksi garam, tetapi juga akan didampingi oleh pelatihan teknis bagi petambak.

 

Teknologi pengolahan modern dan metode ramah lingkungan akan diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi.

 

KNKGI juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam program ini.

 

Arief Hidayat menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, petambak, dan pihak swasta. “Kebijakan ini akan berdampak positif jika masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan implementasinya. Kami juga berharap KKP memastikan adanya perlindungan harga garam agar petambak tidak dirugikan,” tambahnya.

 

KNKGI optimis bahwa revitalisasi tambak garam di Indramayu dapat menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi di daerah lain.

 

Dengan pengelolaan yang terencana dan didukung oleh kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam produksi garam.

 

“Kami mendukung penuh kebijakan KKP dan siap berkolaborasi untuk memastikan program revitalisasi ini berjalan sukses. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan kedaulatan garam nasional,” pungkas Denni Wahyudi .

 

KNKGI percaya bahwa langkah ini akan menjadi awal kebangkitan industri garam Indonesia dan mendukung cita-cita besar menuju kemandirian ekonomi nasional. (DW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250