
REDAKSIJAKARTA.COM | Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026 – Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia Timur mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan narasi bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) terkait insiden bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.

Laporan tersebut disampaikan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya penyebaran konten yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Salah satu pelapor, Fauzan Ohorella, mengatakan bahwa kedatangannya bersama sejumlah pemuda Indonesia Timur merupakan respons atas berkembangnya narasi yang dinilai dapat memperkeruh situasi pasca-insiden di Matraman.
“Agenda kami hari ini adalah berkonsultasi sekaligus melaporkan akun-akun yang diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan narasi SARA terkait insiden di Matraman, Jakarta,” kata Fauzan dalam keterangannya.
@redaksi.jakarta
Fauzan yang berasal dari Maluku menyampaikan keprihatinannya apabila peristiwa tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun sentimen antarkelompok melalui penyebaran informasi yang bersifat provokatif.
Menurutnya, langkah pelaporan dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung penegakan hukum serta mencegah berkembangnya konflik sosial akibat penyebaran konten yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
“Langkah pelaporan ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai masyarakat yang sadar hukum. Kami tidak ingin konflik ini justru diamplifikasi oleh kelompok lain yang memiliki kepentingan tertentu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran Polri yang telah menerima pengaduan tersebut. Menurut Fauzan, penerimaan laporan itu menunjukkan komitmen aparat dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan laporan dugaan tindak pidana sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Selain itu, Fauzan memberikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas langkah-langkah yang dinilainya responsif dalam menjaga situasi keamanan di Jakarta pasca-insiden bentrokan di Matraman.
“Kami juga mengapresiasi Kapolda Metro Jaya beserta jajaran yang telah responsif dalam menangani insiden di Matraman. Kami akan terus mendukung upaya Kepolisian dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, persatuan, dan kerukunan di Jakarta,” pungkasnya.
Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia Timur berharap masyarakat tetap bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mengandung unsur kebencian maupun SARA, serta menyerahkan penanganan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak ada komentar