Resepsi Adat Batak Nugraha dan Tiur Berlangsung Mewah di Gedung Raja, Kebon Nanas, Tabur Bunga dari Helikopter hingga Uang Adat Dollar Menjadi Sorotan!

Admin Pusat
27 Apr 2026 12:19
INDONESIA 0 700
3 menit membaca

Jakarta, 27 April 2026 – Suasana penuh kehangatan dan kemegahan menyelimuti acara pernikahan adat Batak yang berlangsung di Gedung Mulia & Raja, Jakarta Timur.

banner 970x250

Dilansir dari laman Instagram @ayerishorganizer, prosesi pernikahan adat Batak pasangan Nugraha dan Tiur menjadi perbincangan publik setelah menampilkan konsep perayaan yang mewah dengan berbagai detail unik menjadikan hari pernikahannya sebagai momen tak terlupakan bagi seluruh tamu undangan.

Pertama, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan aksesoris kepala pengantin yang seluruhnya berbahan emas.

Melati, mawar, daun-daunan dan seluruh hiasan di kepala hingga hand bouquet yang dipegang oleh Tiur terbuat dari emas seluruhnya, yang berasal langsung dari Sulawesi Selatan, Bali, hingga Sumatera Selatan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pending pinggang yang dikenakan oleh Nugraha terbuat dari emas dan diketahui dibeli langsung dari Singapore.

Kemegahan acara semakin terlihat dengan adanya prosesi tabur bunga dari helikopter, yang menjadi momen langka dalam rangkaian pesta adat.

Tak kalah menarik, acara ini juga diwarnai dengan sajian kuliner khas dan minuman favorit yang menggoda selera.

Tamu disuguhkan bir gandum Paulaner asal Munich – Jerman, soda badak yang segar, teh tarik Siantar, kopi Lintong racikan Giyanti Coffee Roastery, es krim durian, serta snack-snack terbaik langsung dari Siantar.

Mobil Rolls Royce sebagai mobil pengantin menjadi pusat perhatian, menambah nuansa kemewahan dan elegan dalam acara ini.

Tidak hanya itu, uang adat yang dibagikan bagi keluarga besar kedua pengantin adalah dalam mata uang dollar Amerika Serikat, memang sengaja dipilih mengingat Tiur sebagai praktisi hukum kerap didaulat sebagai narasumber pembicara oleh OECD hingga ke belahan dunia lain, seperti New York dan Paris.

Seluruh rangkaian acara berlangsung kondusif, tertata rapi, dan penuh penjagaan ketat dari pihak keamanan, memastikan suasana tetap nyaman dan aman bagi semua tamu yang hadir.

Salah satu tamu undangan, Mita, mengaku terkesan dengan keseluruhan konsep acara yang dinilai berbeda dari pernikahan adat pada umumnya.

“Jarang sekali lihat pernikahan adat Batak dengan detail semewah ini. Dari hiasan emas sampai tabur bunga dari helikopter, semuanya terasa sangat total,” ujar Mita. Ia juga menilai penyelenggaraan acara berlangsung sangat terorganisir.

“Terus terang ini baru pertama kalinya ditampilkan acara pernikahan adat Batak dengan detail seautentik ini. Penari dengan sanggul yang tinggi (parsanggul na ganjang) yang terakhir kali terlihat pada tahun 1940-an di Samosir, pun turut ditampilkan sebagai penari pembuka acara dalam acara perkawinan Nugraha & Tiur.

Walaupun acaranya besar, tapi tetap tertib dan nyaman. Semua tamu terlihat dilayani dengan baik,” tambahnya.

Turut hadir Victor Hutabarat ketika momen pemberian ulos hela dari ayah Tiur, Rita Butar-Butar ketika Nugraha & Tiur memberikan parsel buah kepada tulangnya masing-masing, serta Hardoni yang merupakan tulang (paman) dari Nugraha, secara khusus menciptakan aransemen tulila khusus bagi kedua pengantin.

Resepsi adat Batak Nugraha dan Tiur ini menunjukkan perayaan ini tidak hanya sekadar pernikahan, tetapi juga menjadi cerminan kekayaan budaya, kekompakan keluarga, dan semangat pelestarian adat Batak yang tetap relevan di era modern ini.

Sebuah acara yang memukau dan penuh inspirasi, membuktikan bahwa tradisi dan kemewahan dapat berjalan beriringan dengan penuh harmoni.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250