Rodin Minta Kajian Transjakarta Laut Kepulauan Seribu Hitung Dampak Ekonomi dan PAD

Redaksi Eksekutif
31 Agu 2026 12:21
2 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA — Rencana pengelolaan transportasi laut di Kepulauan Seribu oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mendapat dukungan dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhamad Rodin.

banner 970x250

Namun, Rodin meminta pemerintah tidak hanya melihat rencana tersebut dari sisi pelayanan transportasi publik. Menurutnya, dampak ekonomi dan peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga perlu menjadi bagian dari kajian sebelum konsep pengelolaan ditetapkan.

“Saya mendukung kebijakan ini. Tetapi karena konsep akhirnya masih dalam proses pematangan, saya mendorong agar sejak awal aspek ekonomi dan potensi PAD ikut dikaji secara serius,” ujar Rodin.

Ia menilai keberadaan transportasi laut yang semakin terintegrasi berpotensi memberikan dampak berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut Rodin, peningkatan konektivitas antarpulau tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga. Akses transportasi yang lebih baik juga dapat membuka peluang bagi sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan perhitungan secara lebih menyeluruh mengenai manfaat ekonomi yang dapat muncul dari pengelolaan transportasi laut tersebut.

“Jangan hanya menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan APBD. Kita juga harus menghitung berapa nilai ekonomi yang bisa diciptakan dan bagaimana sebagian manfaatnya dapat kembali menjadi penerimaan daerah,” tegasnya.

Libatkan Masyarakat Kepulauan Seribu

Selain persoalan fiskal, Rodin menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam desain pengelolaan transportasi laut.

Menurut dia, warga Kepulauan Seribu seharusnya tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi yang terbentuk dari pengembangan transportasi laut.

Pelaku UMKM, pelaku pariwisata, hingga operator kapal masyarakat dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan skema pengelolaan.

Rodin berpandangan, keterlibatan masyarakat lokal dapat membuat manfaat pengembangan transportasi lebih terasa langsung bagi perekonomian warga.

“Kalau desainnya tepat, Transjakarta Laut bisa menjadi lebih dari sekadar transportasi. Ini bisa menjadi mesin konektivitas sekaligus penggerak ekonomi Kepulauan Seribu,” katanya.

Ia berharap proses pematangan konsep transportasi laut tersebut mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pelayanan publik, keberlanjutan pembiayaan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan fiskal daerah.

“Karena itu, saya mendorong agar skema akhirnya benar-benar berpihak pada pelayanan publik, masyarakat lokal dan penguatan fiskal daerah,” pungkas Rodin. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250