
REDAKSI JAKARTA — Langkah Anggota DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek perbaikan infrastruktur Perusahaan Air Minum (PAM) di wilayah Kalideres mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI), Tjandra Setiadji.
Melalui keterangannya, Tjandra—yang akrab disapa Andy—menilai sidak tersebut merupakan bentuk pengawasan yang relevan di tengah keluhan masyarakat atas pengerjaan proyek yang dinilai tidak terencana dengan baik.
Menurut Andy, aktivitas perbaikan yang berlangsung tanpa kejelasan waktu penyelesaian berdampak langsung pada kemacetan lalu lintas.
@redaksi.jakarta
Ia menilai kondisi tersebut tidak semestinya terjadi apabila manajemen proyek dijalankan secara profesional.
“Apa yang dilakukan Mas William sudah tepat. Pengawasan diperlukan karena pekerjaan terlihat tidak terukur dan tanpa kepastian kapan selesai. Dampaknya jelas, masyarakat dirugikan akibat kemacetan,” ujarnya.
Andy juga menyoroti indikasi ketidak konsistenan dalam pengerjaan proyek, yang menurutnya terkesan dibiarkan tanpa pengawasan ketat. Kondisi ini, lanjut dia, tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi merusak tata kelola kota.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa perusahaan yang berada di bawah pengelolaan pemerintah seharusnya mampu menjaga standar pelayanan publik. Namun dalam kasus ini, ia melihat adanya persoalan manajerial yang perlu segera dibenahi.
“Ini bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga menyangkut manajemen. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada unsur kelalaian yang disengaja,” tegasnya.
Selain berdampak pada lalu lintas dan estetika kota, Andy menilai keterlambatan proyek juga merugikan pelanggan PAM yang tidak mendapatkan layanan secara optimal dalam waktu yang berkepanjangan.
Ia pun berharap sidak yang dilakukan oleh William dapat menjadi pintu masuk bagi evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak terkait, sekaligus mendorong adanya tindakan tegas bagi pihak yang lalai.
“Saya mengapresiasi langkah tersebut. Harapannya, ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai aturan,” tutupnya.
Tidak ada komentar