Sport Tourism Digenjot, Kemenpora Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Admin Pusat
14 Nov 2025 23:32
NEWS 0 152
3 menit membaca

RedaksiJakarta.com, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembangunan ekosistem olahraga nasional menuju era baru, sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, pembangunan olahraga kini tidak hanya difokuskan pada pencapaian prestasi, tetapi juga diarahkan pada penguatan sport tourism (wisata olahraga) dan sport industry (industri olahraga) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

banner 970x250

Menpora Erick menegaskan bahwa olahraga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Melalui pengembangan wisata dan industri olahraga, Kemenpora mendorong terciptanya lapangan kerja, penguatan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur, serta diplomasi bangsa yang mampu mengangkat nama Indonesia di tingkat global.

“Ketika event olahraga berskala internasional digelar, perputaran ekonomi terjadi secara nyata. Mulai dari transportasi, akomodasi, hingga sektor UMKM ikut bergerak. Inilah dampak nyata olahraga bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Menpora Erick dalam berbagai kesempatan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemenpora secara aktif membangun kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, sektor swasta, hingga komunitas olahraga. Sinergi ini menjadi kunci agar sport tourism dan sport industry dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi sektor unggulan nasional.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Langkah strategis Kemenpora tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif periode 2015–2019, Triawan Munaf. Ia menilai wisata dan industri olahraga sebagai kekuatan ekonomi baru yang sangat relevan dengan karakter Indonesia.

“Sport tourism saat ini bukan sekadar tontonan olahraga, tetapi juga daya tarik wisata yang menonjolkan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal. Ini menjadi sumber penghidupan masyarakat serta pemasukan negara,” ujar Triawan.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional akan memberikan dampak ekonomi berlipat. “Sorotan dunia akan tertuju pada Indonesia. Wisatawan datang, lapangan kerja terbuka, dan sektor ekonomi kreatif berkembang. Kuncinya adalah kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme,” jelasnya.

Triawan juga menekankan pentingnya pengembangan sport industry secara menyeluruh, mulai dari manufaktur perlengkapan olahraga, manajemen event, hingga industri media dan kreatif berbasis olahraga. “Jika dikelola serius, ekosistem olahraga akan tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Keberhasilan konsep sport tourism tercermin dari suksesnya Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2025 Mandalika yang digelar pada Oktober lalu. Ajang balap kelas dunia tersebut mencatat rekor baru dengan 140.324 penonton, di mana seluruh tiket terjual habis. Perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp4,8 triliun, menjadi bukti konkret kontribusi sport tourism terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 bukan sekadar event olahraga otomotif, melainkan platform strategis untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia ke panggung dunia.

“Ini momen bersejarah. Kita pecah rekor dengan 140 ribu pengunjung, meningkat sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya. Dampaknya luar biasa, mulai dari bandara, hotel, UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Maya.

Tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika tercatat mencapai 100 persen, bahkan melebihi kapasitas. Untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan, maskapai penerbangan menambah 44 penerbangan tambahan ke Lombok yang dilayani oleh Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, Pelita Air, dan Wings Air.

“Kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia berhasil terintegrasi dalam pengalaman olahraga global. Mandalika kini semakin kuat sebagai destinasi sportainment yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tutup Maya.

Melalui strategi besar ini, Kemenpora optimistis olahraga Indonesia tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga berkembang sebagai mesin ekonomi baru yang berkelanjutan dan inklusif demi kesejahteraan bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250