Tim Kajian Perkumpulan Kedokteran Militer tentang Health Security dan Mitigasi Risiko Zoonosis dalam Konteks Peresmian Terminal Khusus Haji/Umrah

Admin Pusat
6 Mei 2025 09:13
NEWS 0 518
2 menit membaca

Tangerang, 4 Mei 2025 – Dalam rangkaian peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini, Ketua Umum Perkumpulan Kedokteran Militer Indonesia (Perdokmil) menyoroti pentingnya health security dan mitigasi risiko penularan penyakit zoonosis sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur kesehatan haji/umrah.

banner 970x250

Poin Strategis:

Potensi Risiko Zoonosis dalam Mobilitas Global

Aktivitas perjalanan haji/umrah melibatkan pergerakan massal lintas negara, yang berpotensi memicu transmisi penyakit zoonosis (seperti MERS-CoV, flu burung, atau penyakit emerging lainnya).

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Terminal khusus harus dilengkapi sistem surveilans epidemiologis terintegrasi untuk deteksi dini gejala penyakit pada jemaah, terutama yang bersumber dari hewan (zoonotik).

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Health Security

Perdokmil menekankan perlunya sinergi Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan dalam mengantisipasi wabah, termasuk pelatihan tim medis bandara untuk penanganan darurat zoonosis.

Implementasi One Health Approach (kesehatan manusia, hewan, lingkungan) harus menjadi prioritas, mengingat sejarah wabah seperti COVID-19 dan MERS-CoV yang terkait dengan perjalanan internasional.

Inovasi Teknologi Kesehatan di Terminal

Penguatan fasilitas thermal scanning, rapid test zoonosis, dan disinfeksi berbasis biosekuriti di terminal haji untuk mencegah introduksi patogen dari negara endemik.

Rekomendasi penggunaan AI-based health monitoring untuk pelacakan kontak (contact tracing) jemaah dengan gejala zoonosis.

Komitmen Pemerintah dan Tantangan ke Depan

Peresmian terminal ini adalah langkah progresif dalam meningkatkan layanan jemaah, namun aspek kesehatan global tidak boleh diabaikan. Perdokmil mendorong:

Simulasi gabungan (TNI, Kemenkes, Karantina Kesehatan) untuk skenario outbreak zoonosis.

Edukasi jemaah tentang praktik higienis dan pelaporan gejala penyakit pasca perjalanan.

“Health security adalah bagian dari pertahanan nasional. Kesiapan menghadapi zoonosis di pintu masuk negara seperti bandara haji adalah kunci mencegah krisis kesehatan di masa depan,” tegas Ketua Perdokmil.

Catatan Editor:

Zoonosis: Penyakit yang menular dari hewan ke manusia (contoh: rabies, flu burung, COVID-19).

MERS-CoV: Wabah sebelumnya terkait perjalanan umrah dari Timur Tengah.

Dengan pendekatan preventif dan kolaboratif, terminal haji diharapkan tidak hanya nyaman, tetapi juga menjadi benteng kesehatan global.

 

Sumber: Tim Kajian Perdokmil

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250