
Jakarta, 21 Maret 2025 – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Kesehatan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta Utara untuk menolak keberadaan pabrik sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.

Massa aksi yang terdiri dari perwakilan warga Jakarta Garden City (JGC) Cakung Timur, Rorotan, Harapan Indah, dan Kaliabang, Bekasi, menyampaikan protes terhadap pembangunan serta rencana peresmian pabrik tersebut.
Aksi yang berlangsung pada Jumat (21/3/2025) ini menuntut agar suara warga sekitar dilibatkan dalam setiap keputusan terkait operasional pabrik RDF.
Para demonstran mengungkapkan kekhawatiran atas dampak negatif dari pabrik tersebut, yang dinilai dapat mengganggu kesehatan warga, terutama anak-anak, dengan meningkatnya gangguan pernapasan (ISPA) dan masalah kesehatan mata akibat bau dan polusi udara.
@redaksi.jakarta
Wahyu, Koordinator Aksi, dalam orasinya menegaskan, “Kami ingin udara yang sehat tanpa bau menyengat akibat RDF.
Persetujuan warga harus dilibatkan dalam setiap tahapan operasional dan peresmian pabrik sampah ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Jika pada 24 Maret 2025 mendatang RDF tetap beroperasi dan truk pengantar sampah tidak tertutup dengan baik, kami akan turun dengan massa yang lebih besar.”
Pihak RDF akhirnya menyambut baik tuntutan massa aksi dan menyepakati untuk mengadakan mediasi. Pada pertemuan tersebut, Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung, yang dijadwalkan meresmikan pabrik RDF pada April 2025, berjanji akan langsung mengawasi dan memastikan bahwa keluhan warga ditangani dengan serius. “Saya akan mengontrol langsung perihal keluhan warga, saya tidak mau warga yang menjadi korban dari tempat ini,” ujar Pramono Anung dalam pertemuan tersebut.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak bau, pihak RDF berencana untuk memasang deodoriser dan penutup udara pada fasilitas mereka agar bau tidak sedap tidak mengganggu warga sekitar. Tindak lanjut kesepakatan ini akan terus dipantau oleh warga yang terlibat dalam aksi. (Red)
Tidak ada komentar