Melalui PKM Kemdiktisaintek 2026, UHAMKA Perkuat Ketahanan Keluarga dengan Growth Mindset Parenting

NR
29 Jun 2026 22:35
NASIONAL NEWS 0 83
5 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang dipimpin Dr. Rd. Heri Solehudin, MM., sebagai Ketua Tim Riset penerima Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bima Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), sukses menyelenggarakan Pelatihan Terpadu Growth Mindset Parenting dalam Mendukung Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga di Aula MTs Muhammadiyah 1 Depok. Sabtu (27/6/2026)

banner 970x250

Kegiatan ini merupakan implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan memperkuat kapasitas keluarga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta diaspora Indonesia di Hiroshima Jepang, agar mampu menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan digital melalui pendekatan Growth Mindset Parenting yang terintegrasi dengan literasi digital, literasi keuangan, komunikasi keluarga, dan kewirausahaan, yang merupakan Hilirisasi Penelitian Interseksional. Konsep pelatihan menempatkan perubahan pola pikir sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang adaptif, produktif, mandiri, berkarakter, dan sejahtera.

Tim PKM terdiri atas Dr. Rd. Heri Solehudin, MM. selaku Ketua, Dr. Amilia Zaenita Saini, MM., Estu Sinduningrum, MT., serta enam mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor UHAMKA. Kegiatan ini bermitra dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Depok dan Baznas Kota Depok, dengan peserta sebanyak 40 pelaku UMKM binaan PDA Kota Depok serta 10 orang pengurus PDA Kota Depok.

Dalam sambutannya sekaligus sebagai narasumber utama, Dr. Rd. Heri Solehudin, MM. menjelaskan bahwa keluarga saat ini menghadapi perubahan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), tekanan ekonomi, serta perubahan pola komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga tidak lagi cukup hanya melalui peningkatan ekonomi, melainkan harus dimulai dari perubahan cara berpikir setiap anggota keluarga.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurutnya, konsep Growth Mindset menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang tangguh. Dengan pola pikir berkembang, orang tua akan lebih siap menghadapi perubahan, terbuka terhadap pembelajaran baru, serta mampu menanamkan nilai ketekunan kepada anak-anak sejak dini.

“Growth Mindset bukan sekadar teori psikologi, melainkan fondasi perubahan keluarga. Ketika orang tua memiliki pola pikir berkembang, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan, lebih terbuka terhadap pembelajaran, kemudian mampu menerapkan parenting positif, memperkuat literasi digital, literasi finansial, hingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Seluruh proses tersebut bermuara pada meningkatnya ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Dr. Heri Solehudin.

Dr. Heri menambahkan bahwa model pelatihan yang dikembangkan dalam program PKM ini merupakan model integratif yang menghubungkan Growth Mindset, komunikasi positif, parenting digital, literasi keuangan keluarga, serta entrepreneurship family menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat dalam membangun keluarga Indonesia yang resilien di era Society 5.0.

Narasumber kedua, Dr. M. Balya Ali Sya’ban, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S2 IPS) UHAMKA, menyampaikan materi mengenai penguatan pendidikan keluarga melalui perspektif pembelajaran sepanjang hayat dan pembangunan karakter. Menurutnya, keluarga merupakan institusi pendidikan pertama yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dr. Ali menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kualitas proses pendidikan di dalam keluarga. “Pendidikan keluarga merupakan investasi sosial jangka panjang. Orang tua bukan hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, budaya belajar, kemampuan berpikir kritis, dan daya adaptasi anak terhadap perubahan zaman. Ketika keluarga menjadi ruang belajar yang sehat, maka masyarakat yang tangguh akan lahir secara berkelanjutan.”

Lebih lanjut, Dr. Ali menjelaskan bahwa konsep Growth Mindset sangat relevan dengan paradigma pendidikan modern karena mengajarkan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari proses belajar, latihan, refleksi, dan ketekunan, bukan semata-mata bakat bawaan. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun budaya belajar sepanjang hayat yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Erna Budiarti, M.Pd., Pengurus PCA Kota Depok sekaligus dosen Universitas Panca Sakti Bekasi, mengangkat materi mengenai implementasi Growth Mindset Parenting melalui media pembelajaran kreatif berbasis buku komik, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta penguatan karakter anak usia dini.

Dalam paparannya, Dr. Erna menjelaskan bahwa tantangan keluarga modern tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga bagaimana orang tua mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengurangi kualitas interaksi emosional dalam keluarga. Media pembelajaran visual, menurutnya, menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi orang tua dan anak sekaligus menanamkan nilai karakter sejak usia dini.

“Artificial Intelligence seharusnya diposisikan sebagai mitra orang tua dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran keluarga. Ketika AI dimanfaatkan secara etis dan disandingkan dengan buku komik dan puzzle digital, komunikasi positif, serta keterlibatan aktif orang tua, maka proses pendidikan karakter anak akan berlangsung lebih efektif dan menyenangkan.”

Dr. Erna juga menambahkan bahwa kisah nyata para pelaku UMKM dapat diangkat menjadi buku komik yang mengandung nilai kerja keras, kreativitas, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah sehingga mampu menjadi media pendidikan karakter bagi anak sekaligus memperkuat identitas usaha keluarga.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif, pemaparan materi, studi kasus, praktik penyusunan rencana pengembangan keluarga, hingga refleksi bersama mengenai implementasi Growth Mindset Parenting dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab maupun berbagi pengalaman mengenai tantangan mengelola usaha sekaligus membangun keluarga yang harmonis.

Melalui kegiatan PKM ini, tim peneliti berharap tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan pada keluarga peserta, baik dalam aspek pola pengasuhan, komunikasi keluarga, pengelolaan keuangan rumah tangga, literasi digital, maupun pengembangan usaha keluarga. Program ini selanjutnya akan dilanjutkan melalui tahapan pendampingan, monitoring, dan evaluasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Sebagai implementasi catur darma perguruan tinggi, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menunjukkan komitmen UHAMKA dalam menghadirkan hasil riset yang aplikatif bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan keluarga berkualitas. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, diharapkan terbentuk ekosistem keluarga yang tangguh, adaptif, produktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin sejahtera.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250