“Menyatukan Alumni-alumni Menteng Raya Untuk Membangkitkan Ekonomi Keumatan”

Muktamar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Ketum PB KBPII) akan fokus pada tema-tema membangkitkan kesadaran ekonomi umat dan bangsa. Khususnya kesadaran untuk membangun jiwa enterpreneurship.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar KBPII Nasrullah Larada dalam diskusi pra muktamar bertajuk “Dinamika Aktivis Menteng dalam Perjuangan Umat dan Bangsa” di Aula M. Natsir, Jalan Menteng Raya 58, Jakarta, Kamis (31/10).
Selain Nasrullah, hadir sebagai pembicara Husin Tasrik (Ketum PB PII), Masri Ikoni (Ketum PP GPII) dan Chozin Amrullah (mantan Ketum PB HMI).
@redaksi.jakarta
Menurut Nasrullah, kader-kader Pelajar Islam Indonesia (PII) yang terjun di tengah masyarakat selama ini banyak berkecimpung di bidang pendidikan, dakwah dan politik. Hanya sebagian kecil yang bergerak di bidang ekonomi.
Padahal sekarang muncul kesadaran bahwa ekonomi menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan dan dakwah, apalagi di bidang politik.
“Tentu saja kita tidak meninggalkan bidang lain, tapi kesadaran untuk membangun ekonomi umat, khususnya jiwa enterpreneurship harus terus digalakkan,” ujar Nasrullah.
Dia menambahkan, tema pengembangan ekonomi umat perlu terus digaungkan sehingga dalam 20 mendatang akan tumbuh pengusaha-pengusaha dan enterpreneur dari kalangan aktivis.
“Kita juga akan membangun badan inkubasi bisnis yang melahirkan pengusaha yang menghidupkan ekonomi umat,” tambah Nasrullah.
Sementara itu Chozin Amrullah, mantan Ketua Umum PB HMI mengharapkan, materi-materi enterpreneurship bisa masuk dalam materi training dan pelatihan kader.
“Pola pengkaderan mesti dirombak. Jiwa entrepreneur harus dibangkitkan sejak awal. Karena perubahan ke depan tidak bisa mengandalkan akses kedekatan politik. Tapi sangat tergantung pada kreatifitas seorang kader organisasi,” ujar anggota TGUPP Gubernur DKI ini.
Chozin menambahkan, di era digital semua orang bisa mengakses pemangku kepentingan dengan menonjolkan kreatifitas. Akses kedekatan melalui jaringan organisasi tak akan berarti jika tidak memiliki aspek kreatifitas, kemampuan melakukan kolaborasi dan solusi memecahkan persoalan masyarakat.
“Perombakan pola kaderisasi harus dilakukan agar kader-kader dapat bersaing di masa depan,” demikian Chozin.
Lalu di sampaikan juga oleh Ketua Umum GPII Masri Ikoni ke depan kita akan merangkul dan duduk bersama dengan para Alumni – Alumni Menteng Raya 58 yang notebone nya sudah di pimpinan-pimpinan pemerintah, menteri-menteri atau anggota Legislatif maupun Ekskutif kita akan satukan Visi Missi untuk Keumatan dan Bangsa ini.
kontributor : Syaiful Aman
Tidak ada komentar