EATFIT MOVEMENT 2023, Kolaborasi Mahasiswa LSPR dengan Komunitas Sosial Eathink Dalam Mengangkat Pola Hidup Sehat

Redaksi Jakarta
8 Agu 2023 17:00
KESEHATAN 0 184
4 menit membaca

Redaksi Jakarta – Berawal dari permasalahan food waste yang berkembang di Indonesia, Mahasiswa/i LSPR Batch 24 Jurusan Marketing Communication di kelas 24MK3 berkolaborasi dengan, sebuah komunitas yang berfokus untuk mengedukasi masyarakat mengenai sistem keberlanjutan pangan dalam mengadakan kampanye untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat, yaitu Eatfit Movement.

banner 970x250

Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, gerakan ini berfokus dalam mendorong individu untuk membuat pilihan makanan secara mindful (penuh kesadaran) dan menerapkan rutinitas berolahraga. Masyarakat sendiri dapat mengenal lebih luas gerakan ini di sejumlah platform digital seperti Instagram dan Tiktok dimana para mahasiswa mengemas konten dengan berbagai cara menarik dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat.

“Nourish to Flourish” pada 6 Agustus 2023. Bertempat di 15th Park, Kemang, Jakarta Selatan, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta.

Guna mengajak langsung masyarakat untuk menerapkan kegiatan ini, Mahasiswa/i Fakultas Komunikasi di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR tersebut juga melaksanakan sebuah kegiatan Yoga dan Matt Pilates serta Talkshow dengan tema “Nourish to Flourish” pada 6 Agustus 2023. Bertempat di 15th Park, Kemang, Jakarta Selatan, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang dibuka untuk publik.

LSPR x Eathink Movement.(foto/ist)

Acara tersebut dimulai pada pukul 07.30 dan dibuka oleh Yoseph Wahyu Kurniawan, M.I.Kom selaku Dosen mata kuliah Community Development dan dihadiri oleh Dr. Sri Ulya Suskarwati, S.E., M.Si, selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi, Raymond Siregar, MBA., selaku Wakaprodi jurusan Marketing Communication, Elke Alexandrina, MSc, dan Misty Diansharira, M.A., selaku Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR serta Genoveva Jaqualine Wijaya, Eathink Movement Founder.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

instruktur BohaybyJulia.(foto/ist)

Dipandu oleh Isyulyanti atau yang dikenal sebagai BohaybyJulia, seorang instruktur yoga yang sudah berpengalaman 10 tahun di dunia kesehatan dan 5 tahun menjadi instruktur yoga, kegiatan Yoga & Matt Pilates hadir bagi audiens yang tertarik untuk mengikuti kegiatan berolahraga di pagi hari. Sebelum kegiatan tersebut dimulai, Isyulyanti juga menjelaskan lebih lanjut kegunaan dari Yoga & Matt Pilates serta manfaat yang bisa didapatkan.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan talkshow Mindful Session yang dipadukan dengan kegiatan focus group discussion. Dipandu oleh Ricky Wattimena selaku moderator, Genoveva Jaqualine Wijaya – Eathink Movement Founder, dan Angel Jovi (Ahli Gizi) sebagai narasumber yang menjawab, acara ini dikemas secara interaktif, sehingga kegiatan Mindful Session ini melibatkan audiens untuk bertukar pikiran bersama pembicara maupun antar audiens.

talkshow Mindful Session.(ist)

Jaqualine dan Angel mengatakan bahwa pilihan makanan kita bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Contohnya tren di media sosial seperti minuman boba, tren ini tanpa sadar meningkatkan kadar gula tubuh sejumlah masyarakat dari proporsi yang dibutuhkan sehingga berpotensi menyebabkan diabetes. Jaqualine juga membahas lebih lanjut sebuah penelitian yang menyatakan bagaimana orang yang makan sambil menonton TV lebih tinggi resiko terkena diabetes dibandingkan orang yang benar-benar fokus terhadap makanannya. Hal ini dikarenakan mereka yang menonton TV cenderung makan lebih banyak.

Tujuan dari kampanye Eathink Movement adalah mengedukasi generasi muda agar lebih sadar (mindful) terhadap apa yang mereka konsumsi setiap harinya serta meningkatkan awareness mengenai food sustainability dan food waste.

Setiap orang mempunyai kontribusi terhadap lingkungan, semakin banyak makanan yang dibuang semakin banyak pula dampak yang ditimbulkan. Konon, satu per tiga makanan yang kita makan memiliki potensi besar untuk terbuang. Maka dari itu, salah satu cara untuk menghindari lebih banyak makanan yang dibuang yaitu dengan membuat meal preparation. Hal ini berguna agar kita bisa mengetahui apa saja makanan yang dapat kita makan hari ini hingga seterusnya. Tak hanya itu, kita juga perlu mengenali diri sendiri sebelum memilih makanan, seperti jam berapa kita harus makan, agar kita terhindar dari lapar mata.

Eatfit Movement merupakan kegiatan penutup dari Program Community Development yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Fakultas Komunikasi LSPR sejak Mei 2023.

“Kami harap Eatfit Movement dapat mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menerapkan sistem keberlanjutan pangan dan gaya hidup mindful yang tidak hanya berguna bagi diri sendiri namun juga bermanfaat bagi lingkungan hidup”, pungkas Lubna Anwar Musleh Baroh selaku Project Manager Eatfit Movement. (ab)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250