
REDAKSI JAKARTA — Peristiwa budaya sekaligus rohani akan tersaji di Gereja Katedral Jakarta, Senin (26/1) malam.

Dalam rangka perayaan syukur 50 Tahun Imamat Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Gereja Katedral akan menggelar Ketoprak Rohani bertajuk Raja Airlangga Mandita dengan keunikan tersendiri: seluruh pemerannya adalah para pastor.
Para imam dari berbagai latar belakang pelayanan itu akan tampil langsung di atas panggung, mengenakan busana kebesaran Jawa dan memerankan tokoh-tokoh utama dalam kisah kepemimpinan Raja Airlangga.
Pementasan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.
@redaksi.jakarta
Ketoprak rohani ini tak sekadar menjadi pertunjukan seni, melainkan sarana pewartaan iman melalui budaya lokal.
Nilai-nilai moral, kepemimpinan, pengorbanan, serta kebijaksanaan yang melekat dalam kisah Raja Airlangga dikemas secara komunikatif dan membumi.
Pementasan ini dipersembahkan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang imamat Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selama lima dekade.
Melalui seni tradisi Jawa, pesan-pesan spiritual diharapkan dapat menjangkau umat lintas usia serta masyarakat luas.
Keterlibatan para pastor sebagai pemeran juga menjadi sorotan tersendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Gereja tidak hanya hadir melalui mimbar dan altar, tetapi juga melalui ruang-ruang budaya dan seni.
Para pastor disebut menjalani proses latihan secara serius dan total demi menghadirkan pertunjukan yang bermakna.
Melalui pementasan Raja Airlangga Mandita, Gereja berharap umat semakin mencintai budaya bangsa sekaligus memperdalam nilai-nilai iman, serta mempererat relasi antara Gereja, kebudayaan, dan masyarakat.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum istimewa yang memadukan iman, seni, dan tradisi dalam satu perayaan penuh makna. (Hans)
Tidak ada komentar