
Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Waketum DPP) Gemabudhi, Wiryawan, menyampaikan duka mendalam atas insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan. Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Rimueng saat pengamanan aksi demonstrasi di Jakarta.

Menurut Wiryawan, korban merupakan pejuang demokrasi yang patut dihormati.
“Kami ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan. Beliau adalah pejuang demokrasi yang layak kita hormati,” ujar Wiryawan kepada wartawan, Jumat (29/8).
Ia menilai insiden tersebut sebagai bentuk brutalitas aparat yang tidak bisa dibenarkan dalam negara hukum yang demokratis.
@redaksi.jakarta
“Penggunaan kekuatan berlebihan dalam merespons aksi masyarakat sipil merupakan pelanggaran prinsip hak asasi manusia,” tegasnya.
Gemabudhi, kata Wiryawan, selalu menghormati gerakan masyarakat sipil, baik dari mahasiswa, pemuda, maupun buruh. Karena itu, pihaknya menyesalkan tindakan aparat yang berujung pada tewasnya Affan.
Lebih jauh, Wiryawan menilai negara seharusnya hadir untuk melindungi rakyat, bukan justru menebar rasa takut. Ia juga menyoroti pernyataan salah satu anggota DPR RI yang disebutnya ikut memicu kegaduhan.
“Kami mengutuk keras dalang kerusuhan terutama anggota DPR RI Saudara Sahroni yang belakangan ini menyulut kemarahan masyarakat, memprovokasi, dan membuat kegaduhan,” tegasnya.
Tidak ada komentar