
REDAKSIJAKARTA.COM | PAPUA SELATAN — Tim 12 Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dan IPB University menggelar pelatihan budidaya tanaman sagu bagi masyarakat Kampung Tambat dan sejumlah kampung lokal di Distrik Semangga, Papua Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 15 September 2026 di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi sagu melalui inovasi pembibitan berbasis praktik langsung.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 36 peserta dan dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) Tanah Miring.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan teknik pembibitan anakan sagu, termasuk metode kolam yang dapat menjadi alternatif dalam memanfaatkan ruang untuk kegiatan pembibitan.
@redaksi.jakarta
Salah satu agenda utama pelatihan adalah praktik pembibitan menggunakan 60 anakan sagu yang telah disiapkan oleh penyelenggara. Peserta terlibat langsung dalam tahapan penyiapan anakan hingga penempatannya pada media pembibitan.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari sekaligus mencoba teknik budidaya yang diperkenalkan.
Selain metode kolam, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan Trichoderma dan Rootone-F dalam proses pembibitan.
Trichoderma diperkenalkan sebagai bagian dari perlakuan pendukung pertumbuhan tanaman, sedangkan Rootone-F merupakan zat perangsang pertumbuhan akar yang digunakan dalam proses pembibitan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui praktik dan diskusi antara peserta, tim ekspedisi, serta pihak yang hadir.
Keterlibatan masyarakat dari Kampung Tambat dan kampung-kampung lokal di Distrik Semangga menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pengembangan tanaman sagu yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Papua.
Melalui pelatihan ini, Tim 12 Ekspedisi Patriot berharap teknik pembibitan metode kolam dapat dikenal dan dipertimbangkan masyarakat sebagai salah satu alternatif pengelolaan anakan sagu.
Pemanfaatan ruang pembibitan secara optimal menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemeliharaan tanaman.
Tim ekspedisi juga menekankan pentingnya perawatan anakan setelah proses pembibitan. Pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya berikutnya.
Pelatihan budidaya sagu di Kampung Tambat mempertemukan masyarakat, penyuluh, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam upaya mengembangkan potensi sumber daya lokal.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan sagu di Kabupaten Merauke diharapkan dapat terus didorong melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar