Sabar Sebut Isu Tambahan Dukungan Kandidat di Balik Molornya Musda Demokrat Jakarta

Admin Pusat
26 Okt 2026 14:07
NEWS 0 154
2 menit membaca

JAKARTA — Molornya Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat DKI Jakarta memunculkan dugaan adanya kandidat Ketua DPD yang masih mencari tambahan dukungan. Kabar yang beredar di internal partai menyebut, salah satu kandidat baru mengantongi dukungan dua DPC sehingga membutuhkan satu suara tambahan.

banner 970x250

Informasi itu disampaikan Sabar, kader Demokrat Jakarta Pusat. Dia menyebut persoalan dukungan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab jadwal Musda belum jelas.

“Musda Demokrat Jakarta mundur lagi, infonya salah satu kandidat calon Ketua DPD masih perlu tambahan dukungan suara karena saat ini dukungan yang dimilikinya baru dari dua DPC, setidaknya masih butuh dukungan satu suara DPC lagi,” ujar Sabar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sabar mengatakan, aturan organisasi Partai Demokrat menetapkan syarat minimal dua dukungan DPC atau pemilik suara sah bagi kandidat Ketua DPD. Artinya, kandidat yang telah mengantongi dua dukungan sudah memenuhi ambang batas minimal pencalonan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Dia menyebut dua nama yang beredar sebagai kandidat Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta sama-sama telah memenuhi syarat tersebut. Namun, hingga pertengahan Oktober 2026, Musda tak kunjung digelar.

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, sebelumnya telah menetapkan dan mengusulkan Musda digelar pada 14 Oktober 2026. Namun, Sabar menyebut usulan itu belum mendapat respons dari DPP Partai Demokrat.

Menurut informasi yang beredar, salah satu kandidat telah mengantongi lima dukungan, sedangkan kandidat lainnya baru mendapat dua dukungan. Musda disebut-sebut baru akan digelar setelah kandidat dengan dukungan lebih sedikit memperoleh tambahan satu suara.

“Satu kandidat mendapat lima dukungan DPC atau pemilik suara sah, sementara satu kandidat yang lain mendapat dua dukungan dari DPC atau pemilik suara sah di Musda. Desas-desusnya, Musda dilaksanakan setelah kandidat terakhir mendapatkan tambahan satu dukungan DPC,” kata Sabar.

Sabar mempertanyakan jika penundaan Musda benar-benar berkaitan dengan upaya salah satu kandidat menambah dukungan. Menurutnya, persyaratan minimal pencalonan semestinya menjadi dasar bagi kandidat untuk mengikuti kontestasi.

“Mudah-mudahan itu hanya isu karena belum terkonfirmasi, tapi jika benar, sebagai kader kami kecewa, kok bisa calon Ketua DPD sudah memenuhi syarat minimal tapi kurang percaya diri berkontestasi,” pungkasnya.

Musda DPD Demokrat DKI Jakarta memiliki sembilan suara sah, yakni enam DPC, satu DPD, satu DPP, dan satu organisasi sayap (Orsap) Partai Demokrat. Agenda tersebut sebelumnya santer disebut bakal digelar pada September 2026, tetapi hingga Oktober belum juga terlaksana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250