ARUNIKA: Penanganan Karhutla Butuh Gotong Royong, Bukan Sekadar Anggaran

Admin Pusat
25 Okt 2026 15:07
NEWS 0 89
2 menit membaca

Jakarta – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dinilai membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, tidak hanya mengandalkan penambahan anggaran. Koordinasi, pencegahan dini, dan respons cepat di lapangan menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran meluas dan berulang.

banner 970x250

Koordinator Nasional ARUNIKA INDONESIA, Muhamad Rodin, mengatakan anggaran tetap diperlukan untuk mendukung penanganan karhutla. Namun, efektivitas upaya tersebut juga bergantung pada kesiapan petugas, koordinasi antarpihak, serta keterlibatan masyarakat.

“Penambahan anggaran memang diperlukan, tetapi jangan sampai kita menganggap anggaran sebagai satu-satunya jawaban. Anggaran adalah pendukung. Kunci utamanya adalah bagaimana seluruh pihak bergerak bersama, membangun koordinasi, melakukan pencegahan, dan mengambil tindakan nyata di lapangan,” tegas Rodin dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Menurut Rodin, pemerintah memiliki peran utama dalam mengoordinasikan penanganan karhutla sesuai tugas dan kewenangannya. Meski demikian, kompleksitas persoalan di lapangan membutuhkan dukungan masyarakat, relawan, organisasi lingkungan, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Keterlibatan masyarakat, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui pelaporan titik api sejak dini, edukasi pencegahan kebakaran, bantuan bagi warga terdampak, hingga partisipasi dalam pemulihan lingkungan. Seluruh kegiatan tersebut perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan petugas agar bantuan tepat sasaran dan tidak menghambat proses penanganan.

Rodin menekankan tiga langkah yang perlu diperkuat dalam menghadapi karhutla, yakni kolaborasi lintas sektor, deteksi dini disertai respons cepat, serta komitmen jangka panjang setelah kebakaran berhasil dipadamkan.

Dia menilai, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari kemampuan memadamkan api. Upaya pemulihan lingkungan dan pencegahan kebakaran berulang juga perlu menjadi bagian dari agenda bersama.

“Penanganan tidak boleh berhenti setelah api padam. Kita harus memastikan ada upaya pemulihan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Karena itu, koordinasi dan keterlibatan seluruh pihak harus berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai gerakan relawan, ARUNIKA INDONESIA menyatakan terbuka terhadap kolaborasi dengan pemerintah, lembaga terkait, organisasi masyarakat, dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan lingkungan.

Rodin menegaskan, partisipasi publik perlu menjadi kekuatan pendukung bagi upaya pemerintah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

“Kita tidak boleh hanya menghitung berapa besar anggaran yang disiapkan, tetapi juga harus melihat seberapa kuat koordinasi, seberapa cepat tindakan dilakukan, dan seberapa besar keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Gotong royong harus menjadi kekuatan kita dalam menghadapi karhutla,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250