
REDAKSIJAKARTA.COM | MERAUKE — Tim 12 Ekspedisi Patriot IPB University bersama Kementerian Transmigrasi melakukan pendampingan terhadap Kelompok Tani Dwitrap di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk memperkuat kelembagaan ekonomi dan tata kelola usaha berbasis potensi sagu lokal.

Kegiatan Penguatan Kelembagaan Ekonomi tersebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026).
Pendampingan diarahkan pada penguatan struktur organisasi, pembagian tugas, penyusunan rencana kerja, pengelolaan usaha serta strategi pemasaran agar kegiatan ekonomi kelompok dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dosen IPB University, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., menekankan bahwa keberadaan struktur organisasi belum cukup untuk menjamin keberlangsungan sebuah kelompok usaha.
@redaksi.jakarta
Menurutnya, setiap anggota perlu memahami tanggung jawab masing-masing dan memiliki pedoman bersama dalam menjalankan kegiatan kelompok.
Kelompok Tani Dwitrap telah mengembangkan pengolahan sagu sejak Desember 2003.
Pengolahan yang awalnya dilakukan secara manual kemudian berkembang dengan penggunaan mesin parut pada 13 Januari 2007.
Perkembangan tersebut berlanjut setelah adanya survei Kementerian Pertanian pada 2018 dan bantuan mesin ketahanan pangan pada 2019. Produksi tepung sagu tercatat dimulai pada 15 Agustus 2019 dengan Yakobus Yatmop sebagai salah satu pelopornya.
Saat ini, Dwitrap memiliki 20 anggota yang terdiri atas lima petani sagu, lima pengelola sagu dan 10 orang bagian produksi. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya 25 anggota.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan produksi masih dijalankan oleh sebagian anggota karena anggota lainnya memiliki kesibukan dan prioritas kegiatan berbeda.
Kelompok juga menghadapi tantangan dari sisi pemasaran. Penjualan sempat terhenti ketika pandemi COVID-19, sedangkan permintaan terhadap produk sagu cenderung meningkat pada momentum tertentu, seperti Ramadan dan Natal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kesinambungan usaha kelompok.
Selain persoalan pemasaran dan partisipasi anggota, Tim 12 juga mendorong Dwitrap memperjelas aturan internal secara tertulis.
Kesepakatan kelompok yang dibentuk sejak 2019 selama ini masih bersifat tersirat sehingga dinilai perlu diperkuat, terutama terkait pembagian tugas, tanggung jawab anggota dan mekanisme pembagian manfaat usaha.
Dalam kepengurusan terbaru, posisi bendahara yang sebelumnya dijalankan Samuel Haremba kini dipercayakan kepada Ibu Margareta, istri Yakobus Yatmop. Samuel Haremba saat ini menjabat sebagai Kepala Kampung Tambat. Sementara posisi sekretaris tetap dipegang oleh Fransiskus.
Pendampingan Tim 12 Ekspedisi Patriot IPB University bersama Kementerian Transmigrasi diharapkan dapat membantu Kelompok Tani Dwitrap memperkuat tata kelola organisasi dan mengembangkan potensi sagu secara lebih terencana.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi usaha sagu bagi masyarakat Kampung Tambat, Kabupaten Merauke.
Tidak ada komentar