
Jakarta – Ketua DPC Syarikat Islam Kabupaten Kepulauan Seribu, Muhamad Rodin, mengapresiasi langkah Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan yang mematangkan rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Tidung, Pulau Karya, dan Pulau Kelapa.

Menurut Rodin, rencana pembangunan fasilitas BBM tersebut menjadi harapan bagi masyarakat Kepulauan Seribu, terutama nelayan yang membutuhkan akses bahan bakar lebih mudah dan terjangkau untuk menunjang aktivitas melaut.
Ia menilai, ketersediaan BBM merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat kepulauan. Selain berpengaruh terhadap biaya operasional nelayan, akses bahan bakar juga berkaitan dengan pendapatan masyarakat, mobilitas antarpulau, serta perputaran ekonomi lokal.
Rodin mengatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan nelayan sejalan dengan semangat perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam yang dikenal memperjuangkan kepentingan rakyat dan kemandirian ekonomi.
@redaksi.jakarta
“Sejak era H.O.S. Tjokroaminoto, kita belajar bahwa perjuangan tidak boleh jauh dari persoalan hidup rakyat. Hari ini, kebutuhan BBM bagi nelayan Kepulauan Seribu merupakan persoalan nyata yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi,” ujar Rodin.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Muhammad Fadjar Churniawan yang mulai mendorong rencana pembangunan fasilitas BBM melalui survei lapangan dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Rodin, upaya tersebut perlu ditindaklanjuti secara konkret agar rencana pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan. Ia berharap fasilitas yang nantinya dibangun dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya nelayan kecil yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh bahan bakar.
Bagi Rodin, pembangunan fasilitas BBM di wilayah kepulauan tidak cukup hanya berorientasi pada ketersediaan infrastruktur. Pemerintah dan pihak terkait juga perlu memastikan keterjangkauan harga, kepastian pasokan, serta kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengapresiasi ikhtiar Bupati dalam mendorong pemerataan akses energi. Harapan kami, langkah ini menjadi awal dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh BBM,” tegasnya.
Ia menambahkan, perjuangan Syarikat Islam perlu terus diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan ekonomi rakyat. Salah satunya dengan mendorong hadirnya kebijakan dan program pembangunan yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Rodin menilai, semangat perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto tetap relevan dalam melihat persoalan kesejahteraan masyarakat saat ini. Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semangat H.O.S. Tjokroaminoto mengingatkan kita bahwa perjuangan besar harus berangkat dari kebutuhan rakyat. Ketika nelayan mendapatkan akses BBM yang lebih baik, di situlah pembangunan mulai memberikan arti nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
DPC Syarikat Islam Kabupaten Kepulauan Seribu berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mendukung realisasi rencana pembangunan SPBU tersebut.
Rodin berharap, apabila rencana itu terealisasi, keberadaan fasilitas BBM dapat membantu meringankan beban operasional nelayan, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperluas pemerataan akses energi di wilayah Kepulauan Seribu.
Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah, sehingga manfaat kebijakan dapat dirasakan secara nyata oleh warga, terutama kelompok masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor perikanan.
Tidak ada komentar