PPM PPP IPB University Dorong Penguatan Model Bisnis Kelompok Tani di Mulyaharja

Admin Pusat
24 Okt 2026 22:21
4 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | BOGOR — Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Sekolah Vokasi IPB University, mendorong penguatan usaha pertanian masyarakat melalui pelatihan pengembangan model bisnis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.

banner 970x250

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun ketiga yang berfokus pada pemetaan potensi usaha, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyusunan strategi pengembangan bisnis pertanian yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan metode Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan potensi dan merancang pengembangan usaha secara sistematis.

Pemetaan mencakup produk yang ditawarkan, segmen konsumen, peluang pasar, strategi menjaga hubungan dengan pelanggan, kebutuhan sumber daya, aktivitas utama, hingga potensi pendapatan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU., dan Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si.

Keduanya memberikan pemahaman mengenai penyusunan model bisnis serta penguatan kapasitas kelompok dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

Henry menegaskan bahwa pengembangan bisnis dalam sebuah organisasi harus diawali dengan penetapan target yang jelas dan terukur.

“Kalau membicarakan bisnis dalam sebuah organisasi, kita harus punya target, Bapak-Ibu. Target tersebut kemudian diturunkan menjadi target jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Henry.

Menurutnya, keselarasan tujuan dan kerja sama antaranggota menjadi faktor penting agar kelompok memiliki arah yang sama dalam menjalankan serta mengembangkan usaha.

KWT Miliki Potensi Budidaya dan Produk Olahan

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa KWT Ciharashas memiliki beragam potensi usaha, mulai dari budidaya pertanian, edukasi, hingga pengolahan hasil pertanian.

Sejumlah produk yang teridentifikasi meliputi sayuran hidroponik dan konvensional, ikan lele, telur ayam, pisang, bibit tanaman, serta berbagai jenis umbi-umbian.

Kelompok juga memiliki potensi dalam pengembangan produk olahan, seperti keripik pisang dan singkong, smoothies pakcoy, nugget lele, manisan pala, peyek, hingga nasi kotak.

Potensi tersebut membuka peluang pemasaran kepada berbagai segmen konsumen, mulai dari masyarakat sekitar dan mahasiswa hingga pengunjung kawasan wisata serta pihak yang membutuhkan produk dan layanan edukasi pertanian.

Meski demikian, pengembangan usaha masih memerlukan perhatian pada sejumlah aspek, di antaranya konsistensi kualitas produk, pencatatan keuangan, penguatan merek, serta pemenuhan sarana produksi.

Ketersediaan lahan dan rumah tanam atau greenhouse, disertai peningkatan keterampilan dalam pengelolaan usaha, juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan untuk mendukung pertumbuhan usaha kelompok.

KTD Didorong Perluas Akses Pasar

Sementara itu, KTD Lemah Duhur dan Alam Jaya Makmur memiliki potensi usaha yang bertumpu pada berbagai komoditas pertanian, seperti bayam, kangkung, talas, padi, kacang panjang, nilam, ubi jalar, singkong, dan cabai rawit.

Berdasarkan hasil pemetaan, pemasaran sejumlah komoditas masih bergantung pada pengepul. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dievaluasi melalui pengembangan strategi pemasaran, perluasan akses kepada calon pembeli, serta penyesuaian pengelolaan hasil panen dengan kebutuhan pasar.

Dari sisi kelembagaan, kelompok memiliki modal sosial melalui pertemuan rutin dan kegiatan gotong royong, termasuk upaya perbaikan saluran irigasi.

Ketersediaan peralatan pertanian, seperti traktor, pacul, koret, parang, dan arit, turut mendukung kegiatan budidaya.

Namun, penguatan permodalan, kemampuan manajemen kelompok, promosi, dan pengelolaan usaha tetap menjadi aspek penting agar aktivitas pertanian dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Libatkan Pemerintah Kelurahan dan Tim Akademisi

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono dan Sekretaris Kelurahan Mulyaharja Taufik Hidayat yang mewakili pemerintah kelurahan.

Keterlibatan pemerintah setempat menjadi bagian dari dukungan pemangku kepentingan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan tim dosen Program Studi PPP, yakni Ratih Kemala Dewi, S.P., M.Si., Ph.D.; Restu Puji Mumpuni, S.P., M.Si.; Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU.; Tri Budiarto, S.K.Pm., M.Si.; Agief Julio Pratama, S.P., M.Si.; Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si.; Muhammad Iqbal Nurulhaq, M.Si.; dan Ririh Sekar Mardisiwi, M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, Sylvina Azkyah bertugas sebagai pembawa acara sekaligus co-fasilitator, Widya Hasian Situmeang sebagai fasilitator, serta Revalina Sulaeman, Alleta Aurel Kanayla, dan Muhammad Arif Rahman sebagai asisten.

Melalui pelatihan ini, pemetaan model bisnis diharapkan menjadi dasar bagi KWT Ciharashas dan KTD Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur dalam menentukan prioritas pengembangan usaha berdasarkan potensi, kebutuhan, dan kondisi masing-masing kelompok.

Penguatan perencanaan bisnis, koordinasi antaranggota, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran diharapkan dapat membantu kelompok mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha masyarakat di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250